Sudah satu pekan sejak terakhir bimbingan bersama dosen pembimbing, saya masih belum memiliki niat untuk melanjutkan skripsi--atau sekarang tugas akhir.
“Writing is the only way I have to explain my own life to myself.” ― Pat Conroy, My Reading Life
Senin, 25 Februari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
Bandung Selalu Punya Cerita
21 Desember 2018, saya memutuskan untuk ke Bandung—menemui salah seorang sahabat. Sebelumnya, saya tidak pernah ada wacana untuk berlibur di Bandung. Kami sempat sepakat untuk bertemu pada tanggal 20 Desember 2018 di rumahnya, tepatnya di Cibubur, hanya untuk berkumpul dengan teman-teman SMA. Namun, satu hari sebelumnya, ia harus bergegas kembali ke Bandung untuk mengurus pendaftaran sidang skripsinya—yang mungkin akan berlangsung pada bulan Januari 2019. Ia mengajak saya untuk menemaninya di Bandung pada tanggal 19 Desember 2018. Akan tetapi, saat itu, saya masih ada kuliah terakhir, yakni Kapita Selekta Linguistik. Saya bilang, mungkin saya akan menyusulnya esok atau lusa.
Senin, 10 Desember 2018
Kereta
Terkadang, saya tak pernah tahu
Kapan kereta itu akan datang
Untuk menjemput atau mengantar
Bahkan, saya tak tahu ke mana berlarinya kereta
Hendak dibawa ke mana kumpulan manusia?
Namun, ia pasti akan membawa manusia
Dari stasiun ke stasiun
Entah berapa lama
Jumat, 02 November 2018
Tulisan Pertama
Gambar di atas merupakan tulisan pertama saya yang dimuat di majalah kampus bernama Gaung. Sejujurnya, saya tidak percaya diri dengan tulisan yang saya buat. Biasanya, saya hanya sekadar menyunting tulisan orang lain saja. Saya memang sedang terlibat sebagai penyunting di majalah kampus milik himpunan mahasiswa jurusan saya. Namun, saya tak pernah berpikiran untuk memuat tulisan saya di majalah kampus tersebut.
Senin, 29 Oktober 2018
Terbangnya Bapak
"Selamat pagi, Sayang."
Pagi itu, senyum Bapak sangat sumringah. Aku yang masih terkantuk berusaha menyanggupi membalas senyum Bapak. Terang saja, ini masih pukul tiga. Sebetulnya, aku sudah terbiasa dengan keadaan ini apabila Bapak harus terbang pagi-pagi sekali. Pekerjaan Bapak menjadi seorang pilot memang tak mengenal waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)
