21 Desember 2018, saya memutuskan untuk ke Bandung—menemui salah seorang sahabat. Sebelumnya, saya tidak pernah ada wacana untuk berlibur di Bandung. Kami sempat sepakat untuk bertemu pada tanggal 20 Desember 2018 di rumahnya, tepatnya di Cibubur, hanya untuk berkumpul dengan teman-teman SMA. Namun, satu hari sebelumnya, ia harus bergegas kembali ke Bandung untuk mengurus pendaftaran sidang skripsinya—yang mungkin akan berlangsung pada bulan Januari 2019. Ia mengajak saya untuk menemaninya di Bandung pada tanggal 19 Desember 2018. Akan tetapi, saat itu, saya masih ada kuliah terakhir, yakni Kapita Selekta Linguistik. Saya bilang, mungkin saya akan menyusulnya esok atau lusa.
“Writing is the only way I have to explain my own life to myself.” ― Pat Conroy, My Reading Life
Kamis, 10 Januari 2019
Senin, 10 Desember 2018
Kereta
Terkadang, saya tak pernah tahu
Kapan kereta itu akan datang
Untuk menjemput atau mengantar
Bahkan, saya tak tahu ke mana berlarinya kereta
Hendak dibawa ke mana kumpulan manusia?
Namun, ia pasti akan membawa manusia
Dari stasiun ke stasiun
Entah berapa lama
Jumat, 02 November 2018
Tulisan Pertama
Gambar di atas merupakan tulisan pertama saya yang dimuat di majalah kampus bernama Gaung. Sejujurnya, saya tidak percaya diri dengan tulisan yang saya buat. Biasanya, saya hanya sekadar menyunting tulisan orang lain saja. Saya memang sedang terlibat sebagai penyunting di majalah kampus milik himpunan mahasiswa jurusan saya. Namun, saya tak pernah berpikiran untuk memuat tulisan saya di majalah kampus tersebut.
Senin, 29 Oktober 2018
Terbangnya Bapak
"Selamat pagi, Sayang."
Pagi itu, senyum Bapak sangat sumringah. Aku yang masih terkantuk berusaha menyanggupi membalas senyum Bapak. Terang saja, ini masih pukul tiga. Sebetulnya, aku sudah terbiasa dengan keadaan ini apabila Bapak harus terbang pagi-pagi sekali. Pekerjaan Bapak menjadi seorang pilot memang tak mengenal waktu.
Selasa, 25 September 2018
Tongkrongan
Pada tahun 2017, saya menjadi orang yang sangat sibuk: ikut kepanitiaan, ikut organisasi, urus ini urus itu, belum lagi keperluan akademis yang hampir membuat saya gila. Rasanya, bukan mahasiswa kalau sudah pulang siang-siang. Saya minimal baru pulang pukul 20.00 dari kampus atau paling malam pukul 22.00 atau bahkan lebih baik menginap saja di indekos teman. Mengapa harus pulang malam? Lagi-lagi keperluan akademis dan nonakademis yang harus saya jalankan. Akan tetapi, setiap hari tak melulu soal dua hal itu. Berlama-lama di kampus sangatlah asyik. Hal itu membuat saya memiliki hobi baru: nongkrong di kampus bersama teman-teman.
Langganan:
Postingan (Atom)
